CARAPANDANG.COM- Kantor media otoritas Jalur Gaza mengutuk keputusan Israel yang melarang masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar sehingga memperparah bencana kelaparan di wilayah kantong Palestina itu.
Dalam pernyataannya pada Selasa, kantor media itu menuduh Israel melakukan "kejahatan baru" terhadap 2,4 juta penduduk Gaza dengan melarang kiriman tepung, bantuan, dan bahan bakar selama sebulan.
"Hal ini telah menyebabkan semua toko roti tutup total, memperparah kelaparan yang mengancam jiwa warga sipil," tulis pernyataan itu, seraya meminta Israel dan AS "bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang keji" tersebut.
Kantor media itu meminta PBB, komunitas internasional, dan kelompok hak asasi manusia untuk segera turun tangan, dan menekankan bahwa Gaza telah memasuki kondisi kelaparan, yang menandai salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.
Sebelumnya, Abdel Nasser Al-Ajrami, ketua Asosiasi Pemilik Toko Roti di Jalur Gaza, mengatakan bahwa toko-toko roti, yang mendapat bantuan dari Program Pangan Dunia, berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku dan solar karena Israel menutup perbatasan.
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyebut kondisi tersebut sebagai eskalasi berbahaya dari aksi genosida Israel.
Pada 2 Maret, Israel menutup pintu perlintasan di Gaza untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan, pertolongan, dan medis.