CARAPANDANG.COM, KAIRO -- Sejumlah pemerintah negara-negara Timur Tengah pada Rabu (2/4) mengecam Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir usai kunjungan sang menteri ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs yang dipandang suci oleh umat Islam dan Yahudi.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yordania menyebut kunjungan itu sebagai "eskalasi berbahaya", dengan menyatakan bahwa kunjungan itu melanggar "status quo bersejarah dan sah" situs tersebut, yang dikelola oleh otoritas keagamaan Yordania sesuai perjanjian yang telah berlaku puluhan tahun.
Kemenlu Yordania menuduh Israel berupaya melakukan "pembagian temporal dan spasial" terhadap kompleks tersebut, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount). Kemenlu Yordania juga menegaskan kembali bahwa Israel "tidak memiliki kedaulatan" atas situs tersebut. Yordania menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas guna mencegah provokasi lebih lanjut.
Warga Palestina menghadiri perayaan Hari Raya Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada 30 Maret 2025. (Xinhua)